Ayah Nur Tak Yakin Anaknya Pengebom Marriott
Temanggung – Ayah Nur Sahid, Muhammad Nasir (60), tidak yakin anaknya sebagai pelaku bom bunuh diri di Hotel J.W. Marriott di Jakarta, Jumat (17/7).
“Saya harap itu bukan anak saya, saya harapkan itu kabar keliru,” katanya dalam bahasa Jawa di Temanggung, Minggu.
Ia yang didampingi salah seorang di antara enam anaknya, Safrudin (31), mengatakan, Nur yang merupakan anak ketiga dari enam anaknya itu lahir 24 Juli 1974.
Sejak tahun 2001, kata dia, putranya itu tidak pulang ke rumah bersama istri dan dua anaknya.
Nur menikahi istrinya pada tahun 1999, setelah menjalani pendidikan di sebuah pondok pesantren di Temanggung.
Setelah pernikahan itu, dia tinggal di rumah mertuanya di Klaten, Jateng.
“Sebelum tahun 2001, sering pulang ke rumah, apalagi saat Lebaran. Setelah itu kami tidak tahu,” katanya.
Pihak keluarga beberapa waktu lalu pernah mencari keberadaan Nur Sahid, termasuk menemui pihak besan di Klaten.
Pihak keluarga di Klaten, katanya, juga tidak mengetahui keberadaan Nur Sahid dengan istri dan dua anaknya setelah tahun 2001.
“Kami mendapat kabar kalau Nur menjadi tukang duplikat kunci di Semarang. Lantas kami mencarinya, tetapi tidak menemukan. Keluarga Klaten juga mengatakan mereka tidak pernah pulang,” katanya.
Nasir mengaku, Sabtu (18/7) tengah malam didatangi dua aparat kepolisian setempat dengan didampingi Kepala Dusun Katekan, Desa Katekan, Kukuh Riyanto dan seorang tokoh masyarakat setempat, Subawandi.
“Mereka menanyakan data keluarga di sini, tetapi tidak ada pemberitahuan resmi dari aparat kalau anak kami terlibat. Saya yakin, anak saya tidak terlibat,” katanya menegaskan.
Ia mengharapkan Nur segera mengkontak pihak keluarga di Temanggung.
Nasir yang sehar-hari bekerja sebagai petani itu tinggal di RT01/RW03 Dusun Katekan, Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, di kawasan timur lereng Gunung Sindoro.
“Empat anak saya tinggal di Temanggung, yang satu (Safrudin,red.) di Kendal, yang paling jauh (Klaten, red.) Nur, tetapi setelah tahun 2001 tidak pulang,” katanya.
Teror bom terjadi pada hari Jumat (17/7) dalam waktu relatif bersama, di Hotel J.W. Marriott dan Hotel Ritz Carlton, di kawasan bisnis Mega Kuningan, Jakarta, mengakibatkan sembilan orang tewas serta puluhan lainnya luka-luka.
|
|
|
(100% Gratis) |


