[PROMO] Software Karaoke + 20.000 Lagu Indonesia, Barat & Mandarin Hanya 150ribu aja
Powered by MaxBlogPress  

Pengebom JW Marriot Libatkan Orang Dalam Hotel

Date: 24 Jul 2009 Comments: 1 ( )
7 Ciri-ciri PRIA Berselingkuh Dengan Wanita Lain

Fenomena Alam Sungai di Bawah Laut

pelaku bom jw marriot 150x150 Pengebom JW Marriot Libatkan Orang Dalam HotelLantas, siapa orang dalam tersebut Muncullah nama Ibrahim. Dia adalah florist (petugas yang menangani stok dan penataan bunga) di Hotel Ritz-Carlton. Hingga kemarin nasib Ibrahim belum diketahui, apakah dia selamat atau masuk dalam deretan korban tewas.

Yang jelas, dari sembilan korban tewas dalam tragedi itu, tujuh orang sudah teridentifikasi. Lima orang tewas di Hotel JW Marriott. Mereka adalah Timothy D. Mackay, 61, asal New Zealand; Nathan Verity, 39, asal Australia; Garth McEvoy, 40, warga Australia; Evert Mokodompis, pegawai JW Marriott dan Craig Senger, atase perdagangan Kedubes Australia. Dua orang tewas di Ritz-Carlton, dan kemarin telah diidentifikasi meski tanpa kepala. Mereka adalah Ejc Keanin dan Pieter Burer, pasangan suami istri asal Belanda.

Sedangkan dua jenazah lain, identifikasinya belum jelas. Yang pertama, berupa potongan kepala. Inilah yang disebut-sebut sebagai Nur Hasdi alias Nur Hasbi alias Nur Sahid, pria asal Temanggung, Jawa Tengah. Untuk kepastiannya, kini menunggu hasil tes DNA terhadap keluarga Nur Hasdi di Temanggung.

Dari jenazah kedua yang ditemukan, sempat muncul dugaan bahwa dia adalah Ibrahim, si florist yang hingga kemarin masih misterius keberadaannya. Untuk memastikan apakah jenazah itu Ibrahim atau tidak, polisi juga menunggu hasil tes DNA terhadap keluarga Ibrahim di Cirebon.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Sukarnan ketika dikonfirmasi membenarkan soal rencana tes DNA terhadap keluarga Ibrahim.
‘’Kalau DNA yang kami temukan pada jasad korban cocok dengan DNA keluarga petugas florist di Restoran Airlangga Hotel Ritz-Carlton yang dari Cirebon itu, berarti jasad itu identik dengan Ibrahim, paparnya.

Jika memang kelak dipastikan bahwa jenazah itu Ibrahim, apakah patut diduga dia terlibat dalam aksi pengeboman tersebut Nanan belum bisa memastikannya. Ini masih on going process. Jadi, segala sesuatunya masih serbamungkin. Entah berapa jumlah pelaku sebenarnya, semoga dalam waktu cepat bisa terungkap, tandasnya.

Sumber Jawa Pos di kepolisian menyebutkan, jika jenazah yang belum teridentifikasi itu memang benar dipastikan Ibrahim melalui tes DNA, sangat mungkin dia terlibat dalam pengeboman. Soal seberapa jauh peran dia, ini yang masih harus ditelusuri lebih lanjut, katanya.

Sempat muncul dugaan, peran orang dalam hotel untuk memuluskan peledakan itu adalah menjadi perantara masuknya bom yang sudah dirakit di luar ke dalam hotel. Berarti, bom dirakit di luar hotel Yang paling mungkin, bom dirakit di luar, kemudian dimasukkan ke hotel melalui orang dalam, katanya.

Jika memang terbukti orang dalam itu adalah Ibrahim alias si florist tadi, bisa jadi, cara memasukkannya ke hotel dikamuflase dengan bunga. Artinya, rakitan bom disimpan di antara bunga-bunga. Ada temuan, salah satu petugas cleaning service mengaku pernah disuruh membuang sampah penghuni di kamar 1808 (diduga Nur Hasdi). Di antara sampah-sampah itu ada bunga, paparnya.

‘’Sekali lagi, ini masih dugaan. Belum tentu benar. Kita ikuti saja perkembangannya, katanya.
Dugaan ada orang dalam hotel yang terlibat aksi peledakan bom diamini mantan Kadensus 88/Antiteror Polri Brigjen Pol (pur) Suryadarma Salim.

Sudah dianalisis bahwa pengeboman itu sekecil apa pun pasti ada dukungan orang dalam, kata Surya kepada Jawa Pos saat ditemui setelah menjadi narasumber di TVOne tadi malam. Orang dalam itu bertugas membawa bom yang sudah dirakit di luar ke dalam hotel.

Karena itu, jenderal polisi yang baru empat bulan lalu pensiun tersebut membantah bahwa pelaku peledakan terlebih dahulu merakit bom di dalam hotel sebelum melakukan aksinya. Kalau ada yang mengatakan bom dirakit di dalam kamar hotel, itu kebohongan besar, katanya. Pernyataan itu pula yang dia sampaikan dalam diskusi di TVOne tadi malam.

Selama ini, diduga, bom yang diledakkan dirakit terlebih dahulu di kamar 1808 di Hotel JW Marriott yang digunakan sebagai tempat menginap pelaku. Itu berdasar temuan satu bom aktif yang masih tertinggal di kamar tersebut dan belum sempat diledakkan.

Surya menambahkan, sepanjang pengalamannya menelusuri jaringan Al Qaidah melalui Jamaah Islamiyah (JI) di Indonesia, dalam kaitannya dengan bom, selalu ada bagian yang merakit. Jadi, tidak mungkin pelaku bom bunuh diri sekaligus yang merakit bom. Karena itu, pasti bom dirakit di luar. Sudah jadi bom, baru dibawa ke dalam, katanya.

Surya yakin, jaringan Al Qaidah berada di balik aksi pengeboman di Jakarta tersebut. Lantas, mengapa Indonesia yang menjadi sasaran para teroris itu Surya menjelaskan, JI sudah terbagi ke dalam beberapa zona. Misalnya, Malaysia dan Singapura sebagai zona ekonomi. Orang luar negeri yang muslim lebih besar menyumbangnya daripada orang Indonesia, kata dia.

Nah, Indonesia menjadi daerah trainer untuk melakukan operasi-operasi. Yakni, untuk pelatihan setelah kamp JI dibubarkan Al Qaidah dan dipaksa keluar dari Afghanistan. Selanjutnya, mereka membangun kamp di Mindanao, Filipina, yang disebut kamp Abu Bakar. Indonesia tempat melakukan operasi dengan prediksi kalau Indonesia bisa dikuasai, Indonesia akan menyerang Singapura, Malaysia, Thailand, dan seterusnya, jelasnya.

pixel Pengebom JW Marriot Libatkan Orang Dalam Hotel
CARI ARTIKEL LAIN :
DOWNLOAD MP3 :
mau dapat artikel-artikel terbaru setiap harinya?
[ KLIK DISINI ]
Atau Daftarkan Email Kamu Untuk Berlangganan Artikel
(100% Gratis)


  1. One Comments to “Pengebom JW Marriot Libatkan Orang Dalam Hotel”

    1. deden joni says:

      pasti tuh, mana mungkin teroris bisa seenaknya keluar masuk hotel ya

      apa barangkali orang dalamnya yang bom bunuh diri yaaa

    Leave a Reply