Software Karaoke 20.000 Lagu + HARDDISK 1 TERABYTE hanya 620ribu
Powered by MaxBlogPress  

Segala Sesuatu Soal Telur Rebus

Date: 3 Aug 2009 Comments: 0 ( )
Fenomena Alam Sungai di Bawah Laut

Fenomena Alam Sungai di Bawah Laut

Kalo Budi suka bermain bola, Iwan adik Budi suka sekali makan telor rebus. Setiap kali makan pasti ada telor rebusnya, bisa 3 – 5 butir.

Setelah dewasa Iwan pun menikah. Istrinya cantik dan pandai memasak. Masakan sang istri enak-enak, tapi dia tidak pernah merebus telor begitu saja karena tidak tahu suaminya suka telor rebus. Iwan pun tidak pernah meminta istrinya untuk merebus telor untuknya karena masakan istrinya sudah enak-enak. Alhasil, selama 2 tahun pernikahan mereka Iwan putus hubungan dengan telor rebus.

Suatu hari, saat perjalanan pulang dari kantor motor Iwan mogok. Dia pun mendorong motornya ke sebuah bengkel di pinggir jalan. Sambil menunggu motornya diperbaiki Iwan mampir ke sebuah warteg persisi di sebelah bengkel. Iwan mengirim sms ke istrinya lalu memesan segelas kopi. Saat asik menyeruput kopi, tertangkap oleh sudut matanya, di sebuah piring di dalam etalase, beberapa butir telor rebus kesukaannya.

Tak ayal, segera Iwan memesan sepiring nasi dan sepiring telur rebus. Dengan lahapnya Iwan memakan nasi dan telor rebus itu. Tak kurang dari 10 butir telur dia habiskan. Selesai makan Iwan kenyang sekali. Kerinduannya akan telor rebus terpuaskan. Motornya pun sudah diperbaiki dan Iwan pulang.

Sesampainya di rumah Iwan mendapati pintu depan terkunci. Dia pun mengetuk, tok tok tok. “Istriku….ini aku..sudah pulang.. Kok pintu dikunci sih?

Dari dalam terdengar sahutan, “Ya maass.. sabarnya.. aku bukain dulu.”"

Ceklek.. ceklek.. pintu pun terbuka..

“Ini lo mas, aku ada kejutan buat kamu, jadi kamu gak boleh masuk kalo gak di tutup matanya.”

“Kejutan apaan sih?”

“Ah, nanti kamu juga tau. Sini aku tutup dulu matamu.”

Mata Iwan ditutup dengan sehelai saputangan, lalu ia dituntun ke dalam rumah dan disuruh duduk di sebuah kursi. Iwan tahu kalau dia dibawa ke ruang makan dan duduk di depan meja makan. Dalam hati Iwan menduga ini pasti kejutan ulang tahun pernikahan mereka.

“Ok mas, siap-siap ya, aku mau buka tutup matanya 1….2…..”

KRIIIIIING KRIIIIIING telepon berdering

“Aduh maaf mas, aku angkat telepon dulu ya.”

Sang istri pun keluar ruangan untuk mengangkat telepon. Selagi menunggu Iwan mulai merasakan sesuatu yang bergerak dan mau keluar di dalam perutnya. Pasti karena kebanyakan makan, pikirnya. Iwan pun melepas sesuatu yang mau keluar itu. Tuuuuuuuuuutt….. bunyinya. Dan baunya…BHUSYUK…… Iwan pun mengibas-ngibaskan tangannya, mengusir bau busuk itu. Takut tercium oleh istrinya.

Istrinya pun kembali ke ruang makan. Bau itu pun sudah hilang. Fuihh…lega..pikir Iwan.

“Aduh mas sori… lama ya? Sekarang siap-siap lagi ya.. 1…..2…..

KRIIIIIIIING KRIIIIIIIING telepon berbunyi lagi.

“Hu-uh, mengganggu saja, aku angkat telepon dulu ya mas.”

Kembali Iwan harus menunggu. Perasaan di perutnya tambah tidak enak. Perutnya berbunyi-bunyi menandakan yang mau keluar lebih besar dari yang sebelumnya. Iwan mempersiapkannya di ujung, lalu mengeden sedikit, dan itu pun keluar. DHUUUUuuuuuuutttt…… bunyinya, dan baunya, BHYUSHYUUUUUUKKK!!!…..Hoek, Iwan hampir muntah oleh bau kentutnya sendiri. Dengan segera ia mengibas-ngibaskan tangannya untuk mengusir bau itu. Pas bau itu hilang, pas istrinya datang.

“Si tante itu lagi mas, bawel deh dia. Ok mas, 1….2……

KRIIIIIIIING KRIIIIIIIIIIING (bosen deh), telepon berbunyi lagi.

“OMG! Yang bener aja tuh.” Istri pun keluar ruangan lagi.

Perut Iwan makin menjadi-jadi. Dia bisa merasakan satu gelembung besar tengah bergerak di dalam perutnya. Iwan menunggu sampai gelembung itu sampai di ujung, mengumpulkan tenaga, lalu dengan kekuatan penuh Iwan mendorongnya keluar. BRROOOOOOOOOOOTHTTOtototottttott…. bunyinya, dan baunya, RRRUARR BIASSSAA BHUSSSSYYUUUUKKHhnya…. Hoek…hhoek…, Iwan benar-benar mau muntah karena baunya. Dia kibas-kibaskan tangannya sekuat-kuatnya. Akan sangat malu sekali kalau istrinya sampai mencium bau busuk itu…

“Si tante masih belum puas ngobrolnya. Sudahlah , kalau dia telepon lagi, nggak akan ku angkat. Siaap ya mas… 1……2………3..!!!! Happy Aniversary….!!!”

Iwan membuka matanya. Di hadapannya telah terhidang bermacam-macam masakan yang tampak lezat-lezat, bahkan tidak ketinggalan, sepiring pebuh telor rebus!. Tapi tidak hanya itu saja yang Iwan lihat. Tepat di hadapannya duduk papa dan mamanya. Juga ada papa mertua dan mama mertua. Di sebelahnya lagi ada para kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek, ipar, sepupu, tetangga, teman, wah pokoknya rame deh… (masing-masing dengan ekspres iwajah yang bisa anda bayangkan sendiri hehehehe….)

pixel Segala Sesuatu Soal Telur Rebus
CARI ARTIKEL LAIN :
DOWNLOAD MP3 :
mau dapat artikel-artikel terbaru setiap harinya?
[ KLIK DISINI ]
Atau Daftarkan Email Kamu Untuk Berlangganan Artikel
(100% Gratis)


Leave a Reply